Fakta Dan Mitos Seksualitas Wanita

Rapi Amat - Saya telah menemukan berbagai fakta yang cukup menarik mengenai mitos seks pada wanita, dari buku yang diperuntukkan bagi wanita. Buku yang ditulis El Manan, berjudul Bebas dari Ancaman Disfungsi Seksual –Khusus Wanita. Ditambah dengan beberapa fakta lain, maka beberapa mitos tentang wanita akan kami ulas. Maka silahkan Anda lanjutkan membaca Fakta Dan Mitos Seksualitas Wanita yang telah saya sajikan disini....

Fakta Dan Mitos Seksualitas Wanita


Mitos: Wanita Cina Lebih Gelian, Wanita Madura Lebih Rapat.
Fakta: Secara fisik tak ada perbedaan vagina berdasarkan etnik, atau hubungan antara etnik dengan rasa geli yang dimiliki wanita. Nah, uniknya, ada kecenderungan bahwa wanita penggeli lebih mudah orgasme. Penjelasannya, wanita yang gelian lebih peka terhadap rangsangan atau stimuli. Dan umumnya zona rangsang mereka lebih banyak sehingga memudahkan Anda untuk melakukan eksplorasi. Tapi bukan berarti wanita yang gelian hanyalah wanita dari etnis Cina lho, karena semua ras etnis punya potensi untuk itu. Dan, bukan berarti, wanita yang tidak penggeli adalah frigid sehingga Anda harus menjauhinya. Anda tinggal membuka komunikasi dan mencari tahu –melalui obrolan atau eksplorasi– sisi sensitif si Dia. Nah, lalu bagaimana dengan vagina yang lebih rapat? Mungkin ini strategi penjual jamu saja.

Mitos: Vagina Kering Lebih Asyik.
Fakta: Bagi wanita, vagina yang kering selama aktivitas seksual malah membuat rasa sakit dan tidak nyaman. Secara alamiah, vagina akan mengeluarkan cairan yang menjadikan vagina basah ketika Anda melakukan penetrasi. Bukankah cairan dalam batas tertentu mempermudah penetrasi? Sebaliknya, vagina yang kering justru mengindikasikan bahwa si Dia belum siap untuk melakukan hubungan intim. Sekali lagi, jangan termakan mitos.

Mitos: Penis Panjang Jaminan Kepuasan si Dia.
Fakta: Belum tentu, bung, terutama jika tidak memiliki kekerasan. Panjang dan besar tapi lembek malah membuat wanita kurang bisa merasakan ‘desakan’ dalam vaginanya. Nah, jika dipilih antara panjang dan lebar (besar), maka penis yang lebar lebih bisa memberi kepuasan ketimbang yang panjang karena dapat menstimuli bagian dinding vagina, tempat di mana terdapat bagian sensitif pemicu kenikmatan. Lokasinya terletak sekitar 4 cm dari mulut vagina, yang oleh beberapa ahli disebut G-Spot. Bukan hanya itu, kedalaman vagina juga terbatas. Fakta menarik: Menurut sejumlah wanita, penis panjang dan besar terkadang malah menyakitkan, perut wanita seolah terasa diaduk-aduk ketika proses penetrasi berlangsung.

Mitos: Wanita Tidak Menyukai Film Biru.
Fakta: Tergantung tipe wanita dan jenis film apa yang ditontonnya. Menurut Mariska Lubis, salah satu konsultan seks kami, wanita tipe konservatif lebih menyukai film-film drama romantis di mana adegan seksual tidak dilakukan dengan gerakan kasar naik-turun plus suara “ah, ih, uh” nan keras. Tapi pada wanita yang berpikir bebas dan terbuka, film seks paling liar sekalipun bisa dinikmati, bahkan langsung dipraktekkan.Singkatnya, wanita pun menyukai film XXX asal alasannya demi kepuasan bersama.

Mitos: Seks Sukses Harus Ada Orgasme.
Fakta: Baiklah, itu adalah mitos yang kita baca di buku stensilan karya Enny Arrow atau situs-situs kisah dewasa dengan kata ‘seru’ di belakangnya. Juga, filmfilm XXX di mana wanita yang orgasme tampak bahagia dengan matanya yang sayu. Menurut seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila., Sp.And., F.A.A.C.S., mengatakan bahwa tak ada masalah jika wanita baru merasakan orgasme setiap 50 kali bercinta dengan Anda. Karena yang penting bagi mereka bukan hanya orgasme, melainkan kenikmatan yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak dengan atau tanpa orgasme. Pun, secara fisiologis, ada masa di mana sistem tubuh tidak memungkinkan bagi si Dia untuk orgasme dan bagi Anda untuk ejakulasi. Jadi, nikmati saja. Tidak selalu proses bercinta harus diakhiri dengan orgasme. Jika Anda terbebani dengan target ini, boleh jadi malah membuat seks Anda dan si Dia terganggu.

Mitos: Si Dia Tidak Perawan Lagi.
Fakta: Ini jawaban bagi pria konservatif: Ada tidaknya darah pada seks pertama, di malam pengantin, bukan menjadi jaminan si Dia masih perawan atau tidak. Faktanya, banyak wanita yang memiliki selaput dara yang elastis sehingga dalam beberapa kali bercinta belum tentu selaput daranya robek. Sebaliknya, ada wanita yang belum pernah bercinta namun selaput daranya telah robek, misalnya karena olahraga tertentu, trauma terjatuh, dan sebagainya.

Mitos: Membuat Wanita Bergairah.
Fakta: Barangkali ‘ya’ untuk awalnya karena alkohol membantu menghangatkan tubuh. Efek pertama yang si Dia dan Anda dapatkan adalah sensasi kuatnya rasa percaya diri, disusul oleh gairah untuk bercinta yang meluap-luap. Tapi, sejatinya, itu semua hanya ada dalam imajinasi. Justru konsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan berimbas buruk pada tubuh. Dan, apapula jadinya jika Anda berdua bercinta tanpa sadar pernah melakukannya? Atau, bangun dengan kepala pusing dan terheran-heran si Dia meringkuk dengan tubuh telanjangnya di samping Anda. Itu hal yang paling sial. Karena Anda tak tahu rasanya bercinta dengan si Dia. Tak tahu keindahan yang telah dilewatkan semalam.

Mitos: Lakukan Seks Berdiri Agar si Dia Tidak Hamil.
Fakta: Ini adalah jenis mitos yang diembuskan ketika Anda remaja dulu. Kata kuncinya: Si Dia sedang dalam kondisi subur atau tidak? Jika sedang subur dan sperma Anda membuahi sel telurnya, dalam posisi apa pun juga si Dia akan hamil. Posisi seks berdiri membuat penetrasi penis tidak akan terlalu dalam dan cairan sperma Anda akan segera turun lagi atau keluar. Tapi, bagaimana pun juga, ketika penis berhasil melakukan penetrasi dan tanpa dihalangi kondom, maka pancaran sperma akan segera berebut mencari pasangannya. Posisi berdiri sama sekali tidak akan menghalangi atau mengurangi upaya tersebut.

Demikianlah beberapa hal yang bisa saya sampaikan mengenai Fakta Dan Mitos Seksualitas Wanita semoga bisa menambah wawasan anda dan mengenal baik pasangan hidup anda sendiri.